Secercah Harapan dari Seonggok Rotan

Disuatu sudut kafe di Melbourne terlihat instalasi lampu yang sangat unik. Desainnya indah, maskulin, dan ternyata terbuat dari rotan yang tertata rapi. Lalu kutanya, dimana benda ini dapat saya beli?pemilik kafe menjawab,”Wah kebetulan kami memesannya dari Indonesia..” .-kisah seorang kolega-

Selama ini Indonesia dikenal memilki kekayaan khasanah kerajinan, baik yang bersifat tradisional maupun kontemporer. Tidak dapat dipungkiri jika ide dan nilai produk para pengrajin lokal sangat kreatif. Produk- produk tersebut memilki nilai kearifan lokal yang tentunya menjadi karakteristik budaya bangsa

Sampai saat ini, karya- karya pengrajin lokal kurangdiparesiasi dengan baik. Produk- produk tersebut belum diberdayakan dan dipasarkan secara optimal. Pemerintah nasional bersama pemerintah daerah memang telah meluncurkan berbagai insnetif berupa pembentukkan dewan kerajinan, pameran produk dll. Namun hal tersebut hal tersebut belum mampu menciptakan kesejahteraan merata dikalangan pengrajin. Hanya ada segelintir produk pengrajin yang berhasil dipasarkan ke luar negeri. Tak jarang pula produk pengrajin lokal yang diekspor sebagai komoditas lalu diklaim sebagai produk asing akibat tidak adanya kecerdasan informasi dari para pengrajin.

Isu daya sain produk pengrajin Indonesia tentunya juga menimpa kita. Pesatnya persaingan pada era perdagangan bebas harus diimbangi dengan peningkatan kuaitas produk. Namun saat ini masih jarang ditemukan proses integrasi antara pihak expertise desain, expertise material, expertise teknik produksi dengan para pengrajin. Akibatnya beberapa produk kerajinan Indonesia masih belum mampu memenuhi ekspektasi pasar.

Produk kerajinan Indonesia mampu menyumbangkan 4 % devisa negara pada tahun 2009. Jumlah yang tentunya cukup besar ditengah ketidakoptimalan pengelolaan kerajinan. Kerajinan Indonesia pun memilki masa depan cerah dalam perdagangan internasional. Setidaknya terbukti dari berbagai pameran kerajinan Indonesia seperti di Jepang, Argentina, dan Eropa nilai omzet penjualan produk kerajinan dapat mencapai $300.000 sekali pameran. Jika pengelolaan sistem perdagangan produk kerajinan dapat berjalan dengan baik, maka tentunya akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap usaha menengah dan kecil.

Secercah harapan dari produk kerajinan Indonesia tentunya perlu ditannggapi oleh semua pihak. Pemerintah Indonesia telah cukup serius untuk mengelola kerajinan Indonesia dengan membangun gedung SMESCO Indonesia di Jakarta, dan Pusat kerajinan Indonesia di Shanghai. Tinggal bagaimana kita mau untuk turut berupaya.

oleh Achmad Faris S.S.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s