Jaringan Negara part 2( The Wolrd Isn’t Flat As You Imagine)

Why We Still Say Flat?

Pertengahanan 1990 Windows mencapai masa stabilnya. Windows menjadi software komputer yang mampu menciptakan standar bagi teknologi informasi dunia. Tak lama berselang setelah kestabilan Windows, Berners Lee menemukan konsep world wide web yang benar- benar mengubah dunia. Dunia seolah- olah menjadi datar. Munculnya internet adalah mahakarya terbesar akhir abad 20. Internet telah menjadi letupan kecil untuk memicu banyak budaya baru seperti offshoring, outsourcing, googling, blogging yang membuat dunia semakin kecil.
Jika pada masa lampau globalisasi pertama dimulai dengan perjalanan ekspedisi suatu negara untuk menaklukkan belahan dunia yang lain. Kini seorang individu dapat menembus batas ruang dan waktu untuk menaklukkan belahan dunia yang lain. Fbayangkan, ternyata sepruh warga dunia telah memilki ponsel. Fed EX, UPS, dan DHL telah berevolusi dari perusahaan kurir biasa, menjadi kunci supply chaining prusahaan ritel sekelas Wal-Mart ataupun Pizza Hut. Internet juga mampu membuat kekuatan intelijen Amerika Serikat semakin mengerikan karena semakin bisa terhubungn dengan seluruh belahan dunia dan hampir tak terdeteksi. Munculnya mekanisme Paypal atau pembayaran via internet semakin membuat manusia tidak perlu membuat pergerakkan transportasi untuk memulai aktivitas perdagangan.
Fenomena ini mungkin saja dapat membuat kita membayangkan, bahwa suatu saat nanti dunia akan dihuni oleh manusia yang tinggal saling berjauhan. Bisa kita bayangkan jika suatu saat nanti jalan akan menjadi semakin sepi, karena sebagian besar orang sudah tidak membutuhkan transportasi untuk beraktivitas. Perjanjian bilateral kedua negara dapat dilakukan dengan teleconfference, tanpa harus saling mengunjungi. Segalanya bisa dilakukan dari rumah dengan konsep SOHO, Small Office Home Office. Di setiap permukiman akan muncul gate community yang tertutup dari kehidupan bertetangga. Manusia semakin bisa ‘mendekatkan dengan yang jauh, namun menjauhkan yang dekat’.

Why We Said That Not As Flat As We Imagine?

Asia yang dimotori oleh kemajuan China, India dan Indonesia dianggap sebagai the new miracle of economics. China berkembang menjadi kekuatan manufaktur baru. Berbagai kegiatan industri Amerika Serikat dan Eropa sudah banyak yang di offshoring ke negeri naga ini. Indoa berkembang menjadi negra dengan negara outsourcing jasa dunia terbesar. Kegiatan hotline service yang dianggap dilaksanakan di Amrika, ternyata dikerjakan di India. Indonesia pun sempat mencatat prestasi mengaggetkan, di antara krisis ekonomi dunia negeri zamrud ini justru tumbuh sebesar 6%. Namun ternyata ADB mencatat sekitar 1,9 miliar penduduk atau 57,4% dari total populasi kawasan masih berpendapatan kurang dari US$2 per hari. Ini hanya menjadi ‘the bubble ideology of economics’ yang menjerat masyarakat dunia.
Mekanisme standardisasi yang terjadi dalam dunia yang flat, justru akan menciptakan vertical world seperti zaman imperialisme. Standardisasi budaya kehidupan yang dilakukan oleh informasi membunuh ‘local wisdom’ dari suatu region. Langkah standardisasi yang dimaksudkan untuk menciptakan bangsa yang tergabung dalam Uni Eropa dengan mata uang Euro justru membuat krisis keuangan parah diseantero Eropa akibatkan kejatuhan ekonomi negara kecil bernama Yunani. Standardisasi juga telah membuat kebutuhan energi dunia meningkat 45% selama 2008 hingga 2030 (International Energy Agency). Sebanyak 80 % energi tersebut akan dipasok dari energi fosil yang tak mampu diakses oleh semua negara. Standardisasi ini hanya akan menciptakan semakin sempitnya ruang kompetisi seperti yang diungkapkan oleh Pareto. Standardisasi yang dimaksudkan untuk menciptakan dunia yang datar, justru akan menciptakan ketidakdataran. Standardisasi hanya akan menciptakan orang kalah semakin banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s