Anomali Kebijakan Ekonomi Fiskal Indonesia

oleh Achmad Faris S.S

Indonesia adalah negeri dengan kekayaan alam melimpah ruah. Sumber daya alam terkandung didalam maupun teronggak diatas bumi. Sejak dhulu kala Indonesia memang selalu menjadi incaran bangsa asing. ‘Rempah- rempah’, adalah motif utama datangnya pedagang sekaligus penjajah Spanyol, Portugis dan Belanda ke negeri ini. Energi berupa minyak bumi menjadi dalang utama datangnya investasi asing yang menjerat energi negeri ini

Negeri nan kaya ini punya sekelumit kisah panajng dalam pahit getirnya mempertahankan kemerdekaan hingga memajukan martabat bangsa. Krisis ekonomi tahun 1998 telah berhasil dilalui negeri ini dengan cukup apik. Terbukti bahwa hingga tahun 2004 angka kemiskinan dan pengangguran telah berkurang. Kejatuhan ekonomi Amerika Serikat dan Eropa tahun 2008 tak mampu berdampak signifikan pada perkembangan ekonomi negeri ini. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 memang masih diangka 6 %. Masih dibawah Singapura yang memilki pertumbuhan ekonomi sekitar 8%.. Cadangan devisa negeri ini pun memang masih 96 Miliar US$. Dibawah India dengan 300 miliar US$ dan Republik Rakyat China dengan cadangan devisa melebihi 600 miliar US$. Namun progres ini telah mampu menunjukkan ekonomi Indonesia di posisi ke 3 Asia, dengan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Namun ukuran ekonomi tidak selamanya mampu dijadikan parameter diseluruh tempat dimuka bumi. Siapa sangka jika negeri ini tetap dipengaruhi oleh Cabe. Naiknya harga Cabe beberapa tempo hari yang lalu menjadikan ekonomi negeri ini cukup goyah. Selain tergantung pada beras, ternyata bangsa ini gemar menggunakan cabe sebagai bumbu masakan. Harga cabe yang fluktuatif pernah menyentuh harga Rp 3000 per kilogram hingga Rp 90.000 per kilogram. Celakanya, cabe merupakan rempah- rempah yang bersifat khas dan tidak dapat disubtitusi dengan barang lain.

Pergolakkan fiskal negeri ini memang tidak hanya akan ditentuka oleh bagaimana dana Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara ditentukan. Kita dan seluruh ekonom di negeri ini pun perlu memikirkan bagaimana stabilitas ekonomi dijaga dengan memperhatikan variable selain alokasi pembangunan infrastruktur , harga minyak dunia ataupun bunga bank. Indonesia sering kali terbukti mengalami inflasi ang mengancama perekonomian akibat langkanya bahan pokok dan rempah- rempah. Jika suatu masa terjadi gagal panen beras, makadisitulah inflasi dapat tercipta. Daya beli masyarakat yang terbatas memang menjadi polemik tersendiri bagi negeri ini. Siapapun yang ingin mengkreasikan bangsa ini menjadi bangsa tangguh tentunya perlu memikirkan apa yang Adam Smith atau Keynessian pikirkan sebelumnya.

Hal ini tentunya masih naif dalam realitas pembangunan di Indonesia. Jika pertumbuhan ekonomi dari sektor pengangkutan dalam telekomunikasi adalah yang tertinggi dengan 13 %. Disusul dengan pertumbuhan ekonomi dari sektor perhotelan dan restaurant. Pertumbuhan pertanian Indonesia hanya mencapai 2,9 % pada penghujung tahun 2010. Entah apakah negeri ini telah melupakan khasiat tanah subur di negeri ini. Entah apakah orang- orang Indonesia lebih senang membangun bangunan pencakar langit ketimbang perekebunan yang tangguh. Namun angka ini telah menjadi secuplik bukti betapa lemahnya ekonomi pertanian negeri ini.

Indonesia memang masih lemah memanfaatkan pertanian sebagai kekuatan ekonominya. Betapa banyak hasil sumber daya alam yang berasala dari pertanian dan perkebunan Indonesia yangdiekspor hanya dalam keadaan mentah. Singapura dikenal sebagai negara pengekspor coklat, padahal sudah jelas biji kakao berasal dari Indonesia terutama Sulawesi. Tidak hanya coklat, tetapi masih banyak hasil alam Indonesia lainnya yang belum mampu diolah didalam negeri. Kondisi ini menjadikan petani selalu tertekan oleh tekanan pasar global yang menuntut bahan baku murah. Akibatnya banyak petani yang tidak dapat menikmati hasil tani setimpal dengan usaha yang mereka telah berikan.

Kemampuan Indonesia yang masih belum optimal dalam memberikan nilai tambah pada hasil alam juga masih diikuti oleh sektor pengangkutan atau shipment. Neraca perdagangan negeri ini memang surplus. Tapi sektor shipment masih negatif. Artinya sekali lagi Indonesia mengalami kebocoran devisa negara. Hasil produksi dalam negeri belum mampu diangkut sepenuhnya oleh kapal- kapal nasional. Jasa pengangkutan barang ekspor Indonesia kebanyakan masih dimanfaatkan oleh Singapura.

Integrasi ekonomi pembangunan berbasis pertanian dan jasa mutlak menjadi pijakan pada beridirnya tonggak perekonomian negeri ini. Ekonomi pertanian memiliki fungsi untuk menstabilisasi ekonomi nasional. Ekonomi berbasis jasa berfungsi menstimulus percepatan berputarnya roda ekonomi. Alhasil, stabilitas dan kekuatan fiskal Indonesia dapat tercipta dengan matang.

Integrasi ini dapat dimulai dengan menumbuhkembangkan iklim usaha yang kondusif bagi sektor pertanian dan jasa. Pemerintah tentunya harus mampu mendorong perkembangan sektor jasa dan pertanian tanpa melupakan salahsatu aspek diantaranya. Hal ini dapat dikedepankan dengan membangun infrastruktur yang mendukung bagi perkembangan perekonomian dan jasa. Infrastruktur ditujukan untuk memudahkan akses terkrimnya hasil alam Indonesia dalam mata rantai suplai produksi dalam negeri yang merata. Jika ini terjadi, maka indikasi kebocoran ekonomi dapat ditanggulangi.

Kemajuan sektor pendidikan dan perkembangan ilmu pengetahuan tentunya menjadi bagian penting dalam eskalasi pembangunan. Produk yang sempruna tentunya dapat diciptakan dari manusia yang paripurna. Kemajuan riset dan tekonologi akan memilki peran besar dalam mengendalikan produksi cabe atau bahan pertanian lainnya yang sangat rentan terhadap cuaca.

Selain hal ditas, kebijakan fiskal harus dapat diberikan dengan bantuan sosial yang proporsional bagi masyarakat tidak mampu. Masyarakat harus diberikan peningkatan kapasitas agar ia mampu mengikuti bahkan terlibat dalam roda ekonomi. Pola bantuan tentunya bukan berorientasi uang, melainkan pada pendekatan partisipatif yang memandirikan. Jika kunci- knci integrasi diatas dapat dialkukan secara optimal, maka Indonesia akan tumbuh menjadi negara mandiri yang tidak melupakan karakter sejatinya sebagai negara agraris.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s