Pemuda, Mahasiswa dan Sangkar Emas (Epilog KM ITB part 1)

Memoar

Suatu peradaban dapat dilihat dari bagaimana watak manusia dan bagaimana manusia tersebut berkarya didalam peradaban itu. Suatu peradaban menjadi besar bukan karena usia biologis seseorang saja, melainkan dibangun oleh usia peradaban yang luar biasa panjang. Bangsa sebagai entitas peradaban merupakan satuan normatif peradaban bumi saat ini. Masa depan suatu bangsa bisa menjadi masa depan dari peradaban itu sendiri. Kondisi pemuda suatu bangsa saat ini, akan menjadi kondisi bangsa tersebut dimasa mendatang.

Negara Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya kehadapan dunia. Sudah sejak lama para putera – puteri bangsa berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan ini dengan keringat dan darah. Sejak awal masa kemerdekaannya, Indonesia selalu mendapat tantangan dai luar maupun dalam. Dahulu saat pemerintahan orde lama, konsentrasi negara ini adalah untuk mempertahankan kemerdekaan. Kala itu banyak sekali goncangan perpecahan bangsa yang dipicu oleh bangsa lain maupun bangsa sendiri. Disaat negeri ini berada dalam orde baru, rakyat negeri ini di doktrin untuk memikirkan tentang bagaimana mengisi kemerdekaan ini. Tak pelak, saat pemerintahan orde barupun negeri ini tak henti- hentinya mengalami cobaan yang diakibatkan oleh kedahsyatan seorang diktator. Namun jika kita perhatikan, kedua era pemerintahan Indonesia itu telah menyumbangkan prestasi- prestasi manis dalam dunia olahraga. Tak jarang Indonesia mampu merajai dunia bulutangkis kala itu. Lee Swee King adalah sebuah atlet Indonesia yang mampu berprestasi dalam keterpurukkan. Tak jarang pula, Indonesia mampu mencetak prestasi dengan mengecap beberapa kali juara SEA GAMES.

Pemuda Indonesia sejatinya selalu menjadi penggerak nasib bangsa. Prestasi di kancah olahraga, pergolakkan politik bangsa, hingga munculnya berbagai fenomena sosial teknologi bangsa selalu dipicu oleh pemuda. Jika dahulu pemuda Indonesia memiliki sedikit varietas tantangan perjuangan, kedepannya justru akan diisi oleh tantangan yang semakin beragam.

Indonesia didirikan tidak hanya dengan cita- cita menjadi sekedar bangsa yang merdeka, tetapi juga menjadi bangsa yang berpengaruh didunia. Oleh karena itu tidak bisa tidak, jika pemuda masa kini hanya sekedar memperhatikan isu nasional, tetapi juga harus mempengaruhi perkembangan isu global. Tantangan negeri ini menuju kemandirian dan negara superpower akan semakin berliku kedepannya. Pada tahun 2015, ASEAN akan membuka integrasi antar negara shingga persaingan diantara negara ASEAN akan semakin terbuka lebar. Bak buah simalakama, jika bangsa ini tidak cukup bijak memanfaatkan peluan g ini, justru mungkin kitalah yang akan dimanfaatkan bangsa asing.

Mahasiswa sebagai entitas cerdas penggerak bangsa seyogyanya dapat kembali ke harkat sejatinya sebagai pencari ilmu, bukan pencari kerja. Namun esensinya tidak serta merta menjadi pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan saja, tetapi harus menjadi pembangun daya saing bangsa.

Mahasiswa tidak bisa lagi berdiam sangkar emas yang nyaman dengan kehidupan rutinitas. Mahasiswa justru harus menggebrak sangkar emas sehingga mampu melahirkan perubahan yang bermanfaat bagi negeri ini. Bak ibarat pepatah, bahwa sangkar emas tidak akan pernah mampu mengubah Burung Nuri menjadi Burung Rajawali.

Penyeimbang Gerakan dari Vertikal ditambah Horizontal

Dalam membangun daya saing bangsa yang mapan diperlukan suatu konsep keterbukaan pikiran terhadap perubahan. Mahasiswa sebagai entitas penggerak harus terus berubah sehingga dapat memberikan model ideal bagi entitas bangsa.

Dahulu gerakan mahasiswa identik dengan gerakan vertikal yang fokus terhadap upaya kontrol sosial terhadap pemerintah. Mahasiswa sangat identik dengan aktivitas turun kerjalan untuk mengkritik dan mentikapi perilaku pemerintah yang keluar jalur. Sudah banyak profil gerakan masif mahasiswa yang mengubah negeri ini seperti peristiwa MALARI, NKK-BKK hingga puncaknya pada aksi demosntrasi besar- besaran padas peristiwa reformasi 98. Namun apakah selamnya negeri ini akan maju dengan produk kebijakan yang optimal, tentu saja tidak. Suatu negeri tentunya akan mampu jika produk kebijakan dapat diikuti oleh kemapanan negeri tersebut dalam ekonomi, teknologi dan pendidikan.

Saat ini Indonesia membutuhkan generasi yang bisa lebih produktif dalam berkarya. Fungsi kontorl sosial tidak perlu dihilangkan, tetapi justru harus diseimbangkan dengan karya nyata yang lebih menyentuh pada kepentingan masyarakat dan industri.

Gerakan mahasiswa perlu untuk diseimbangkan dari sekedar gerakan vertikal, plus ditambah gerakan horisontal. Gerakan horisontal inilah yang perlu mencakup tiga pengembangan gerakan. Pertama, gerakan entrepreunership. Entrepreunership sangat diperlukan bagi bangsa ini untuk membuka lapangan kerja seluas- luasnya. Semangat ini  dapat memperbsear multiplier effect terhadap perputaran roda perekonomian masyarakat. Saat ini jumlah pengusaha nasional masih berkisar 0,4 %. Ciputra mengatakan bahwa negeri ini setidaknya membutuhkan 2 % warga negaranya yang menjadi pengusaha.

Kedua adalah gerakan inovasi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi kunci perkembangan peradaban. Berbagai inovasi diperlukan untuk memecahkan persoalan perkembangan industri serta sosial kemasyarakatan negeri ini. Mahasiswa sejak dini tentunya harus mengawal lahirnya berbagai macam inovasi dinegeri ini. Semakin banyak inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa, maka akan semakin produktif roda ekonomi negeri ini.

Ketiga adalah gerakan pengebdian masyarakat. Mahasiswa sebagai entitas yang lebih beruntung secara keilmuan tentunya harus bertanggung jawab terhadap persoalan masyarakat. Gerakan memabangun desa tertinggal guna meningkatkan kapasitas masyarakat tidak hanya dapat dikawal oleh pemerintah, tetapi seyogyanya oleh semesta rakyat Indonesia. Disinilah semestinya mahasiswa dapat berperan lebih dengan semangat juang pemuda yang dimilkinya.

oleh Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s