Sistem Transportasi Sepeda Kota Yogyakarta

Pengembangan Transportasi hijau menjadi suatu idealisme post- modern dalam pengembangan transportasi di dunia. Keberlangsungan transportasi hijau bertujuan untuk menjaga keberlanjutan dari kelangsungan hidup suatu perkotaan di tengah menurun kualitas lingkungan hidup saat ini.  Banyak anggapan yang mengungkapkan bahwa transportasi hijau memerlukan pembangunan infrastruktur yang mahal. Kendaraan berkualitas emisi rendah dan berenergi tinggi menjadi kunci keberhasilan transportasi hijau. Penerapan transportasi massal terpadu yang nyaman harus hadir sebagai moda utama pergerakkan masyarakat. Namun hal tersebut memerlukan pengeluaran yang cukup besar. Hal trsebut terkadang berbanding terbalik dengan kondisi keterbatasan pengembangan transportasi di negara berkembang seperti Indonesia. Namun anggapan tersebut masih merupakan suatu perdebatan, karena transportasi hijau dapat pula dikembangkan dengan infrstruktur murah yang telah banyak diterapkan di negara maju.

Sebagaimana Visi Kota Yogyakarta 2005- 2025 yakni, “Kota Yogyakarta Sebagai Kota Pendidikan Berkualitas, Pariwisata Berbasis Budaya dan Pusat Pelayanan Jasa, yang Berwawasan Lingkungan“, masyarakat Kota Yogyakarta telah menginisisasi pengembangan kota yang berwawasan lingkungan.  Salahsatu  inisiasi tersebut diawali dengen meluncurkan semangat bersepeda untuk beraktifitas di tahun 2007 dengan slogan, ‘segosegawe’, atau ‘sepeda kanggo sekolah lan ngambut gawe’. Segosegawe bukan merupakan organisasi atau komunitas, melainkan spirit besepeda yang universal berlaku bagi masyarakat umum di Kota Yogyakarta. Pada mulanya budaya menggunakan sepeda diberlakukan bagi setiap aparat pemerintahan. Setiap hari Jumat, setiap pegawai pemerintah dilarang membawa kendaraan bermotor dan direkomendasikan menggunakan sepeda ke kantor. Apabila jarak antara rumah dengan kantor melebihi 5 km, maka pegawai tersebut dianjurkan menggunakan kendaraan umum seperti bus kota.

Upaya meluaskan budaya segosegawe atau bersepeda untuk sekolah dan bekerja juga diimplementasikan pada berbagai kegiatan promosi acara pariwisata. Kegiatan wisata tahunan seperti peringatan tahun baru, JogjaJava Festival, Ulang Tahun Kota banyak diikutkan dengan kegiatan bersepeda santai.

Pada tahun 2008, lajur khusus sepeda atau bikelane diterapkan pada jalan- jalan umum Kota Yogyakarta. Pengembangan fasilitas ini tidak menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah), tetapi menggunakan dana sumbangan dari masyarakat dan sponsorship perusahaan sepeda. Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, menerapkan konsep pengembangan bikelane dalam beberapa jenis yakni, 1) jalur alternatif sepeda; 2) lajur khusus sepeda on street , dan 3) ruang tunggu sepeda. Jalur alternatif sepeda merupakan jalur tembusan melewati blok- blok permukiman dan jalan perkampungan dengan panjang total 206.745,1 meter. Pengembangan ini dimaksudkan untuk memecah konsentrasi perjalanan pesepeda, efisiensi jalur, dan meningkatkan promosi kegiatan ekonomi rumahan di jalan lokal. Lajur khusus sepeda on street diterapkan pada jalan- jalan protokol, baik pada jalan provinsi dan jalan perkotaan.  Total panjang lajur khusus sepeda on street di Kota Yogyakarta telah mencapai 82.909 Meter. Adapun pemerintah juga mengembangkan ruang tunggu sepeda disetiap persimpangan lampu lalu lintas. Saat ini jumlah ruang tunggu sepeda telah ada di 18 persimpangan utama Kota Yogyakarta. Para pesepeda ditempatkan di barisan terdepan deretan kendaraan agar lebih aman.

Selain mengembangkan bikelane, Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengembangkan sarana parkir sepeda. Parkir sepeda ditempat di sejumlah titik seperti kawasan perkantoran, taman kota, dan pusat perbelanjaan tua seperti Malioboro. Prakarsa parkir sepeda ini dimaksudkan untukmemberikan rasa aman bagi setiap pesepeda yang ingin memarkirkan sepeda mereka di tempat tertentu.

Oleh Achmad Faris S.S.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s