Bidadari bukan Sekedar Mojang

Cinta tak ubahnya ibadah yang herus memenuhi dua syarat yakni, perjuangan tanpa batas dan tanpa pamrih , serta menjauhi sikap sombong dan egois. Cinta bukanlah suatu hal yang muncul atas dasar nafsu. Tapi justru muncul dari ketulusan pengertian. Cinta yang dimaknai sebagai ibadah tak akan bernilai jika dibarengi dengan ‘riya’. Kesucian cinta tak bisa berupa pameran kecantikkan pameran wanita. Karena sesungguhnya cinta yang suci adalah cinta yang didasari Allah swt dan takkan hilang hingga kelak insyaAllah bertemu di surga.

Sebagian lelaki beranggapan bahwa mereka mampu membuka pintu hati wanita dengan luapan materi dan kemewahan. Sebagian lelaki justru senang membahas dan membandingkan kecantikkan fisik wanita. Sebagian lain justru berpikir dan melakukan hal yang lebih parah.

Allah swt adalah zat yang Maha Agung yang akan membalas setiap tindakan umatNya sekalipun itu sebesar zarah. Memiliki cinta sejati tentunya adalah dambaan setiap lelaki di dunia ini. Senangkah kita jika kita memilki cleopatra, namun ia selalu selingkuh dengan lelaki lain?Senangkah kita jika kita memilki juliet namun ia justru berpaling ke lelaki lain?Senangkah kita jika memilki Marie Antoniette, namun ia hobi menghabiskan harta kekayaan? Sesungguhnya yang aku yakini, jika kita ingin memiliki cinta sejati maka perlakukanlah wanita secara sejati pula.

Wanita itu bagaikan bunga mawar merah yang indah, tapi berduri. Wanita itu hanya bisa disentuh dan dipetik oleh sang pemilik.  Jika ada orang lain yang ingin menyentuhnya, maka ia akan tertusuk oleh duri. Wanita itu bagai sayap, yang akan mengantarkan sang lelaki menuju surgaNya. Wanita bagaikan sebuah tunas pohon. Ia tidak akan bisa tumbuh, berkembang, berbuah dan menaungi bahtera keluarga, kecuali jika ada seseorang yang menyirami dan merawatnya.

Wanita bukanlah suatu samudera yang bisa dijadikan arena bagi petualangan pelaut. Semakin banyak pelaut yang sekedar berpetualang di lautan hati seorang wanita, maka akan semaikn banyak pula rasa sakit yang terasa di hati. Wanita bukanlah rumus aritmatik yang hatinya berlogika dengan pasti. Jika wanita dibuat bahagia,maka dia akan lebih bahagia dibandung kaum pria. Jika ia disakiti, maka ia akan merasa lebih perih, jika dibandingkan kaum pria.

Wanita tak bisa hanya dinilai dari kecantikkannya. Wanita yang menjadi cinta sejati bagi seorang pria adalah a part time lover, but a friend forever (inspired by DW). Jika seorang lelaki memilih wanita hanya karena kecantikkannya saja, maka niscaya ia akan bosa setelah 5 tahun bersama. Kecantikan memang hal yang manusiawi, namun sadarilah hanya akan menjadi modal kesenangan kawula muda yang takkan bertahan lama lalu hampa. Keriput akan datang. Kulitnya akan tak semulus masa muda. Bagiku kecantikkan abadi wanita justru datang dari keshalihan, menghargai perasaan orang lain, dan kemampuan menginspirasi. Pesona inilah yang akan membuat lelaki manapun tampak gagah karena mampu dikuatkan oleh wanita itu.

Ketahuilah bahwa banyak sekali tipe wanita. Bukan sekedar wanita’ si cantik itu’, wanita ‘si molek itu’, atau wanita apapun yang kecantikkannya kerap lelaki banding- bandingkan. Pembandingan itu dibumbui dengan justifikasi yang jelas tak menghargai karunia wanita sebagai pelengkap kaum lelaki. Diantara perjalanan dunia ini, ada wanita idaman yang selalu menyertai suami kedalam suka, maupun duka. Ada wanita yang sorot matanya tajam, menusuk kalbu laki- laki. Ia adalah tipe penghangat yang selalu ingin menjawab kegundahan hati pujaan hati. Ada wanita seperti bunga mawar yang semerbak dan harumnya selalu memberi ketentraman bagi lelaki. Ada wanita yang seperti makanan, tetap saja jika dibungkus rapi jika dingin akan tak nikmat. Ada wanita yang seperti MC acara gossip yang hanya bisa mencela sang pujaan hati. Ada wanita yang seperti bandara internasional yang selalu disinggahi banyak lelaki. Ada pula tipe wanita lain yang begitu kompleks dan perlu waktu untuk dipahami. Lalu kita akan memilih yang mana?

Sesungguhnya, Rasul pernah bersabda jika lelaki shalih hanya untuk wanita shalih, dan lelaki tidak shalih hanya untu wanita tidak shalih. Maksud dari hadis ini adalah lebih dalam ketimbang redaksi katanya. Yang pada intinya, jika kita mengharapkan mendapatkan wanita ideal, maka jadikanlah kita diri kita ideal. Jika lelaki bersikap nakal, maka tentunya lelaki itu akan cenderung mendapat wanita nakal. Kesesuaian itu ibarat magnet ghaib yang tak sadar bekerja untuk kita.

Cinta itu memantaskan, bukan meminta. Jika kita ingin mendapat cinta mulia, maka muliakanlah wanita dan diri kita. Cinta itu fastabiqul khairat (berlomba- lomba dalam kebaikkan), maka kejarlah cinta itu sampai ujung dunia. Cinta itu untuk dikatakan, maka katakan saja cinta itu disaat yang tepat dan biarkan Allah swt menjawab lewat hati wanita itu (inspired by NA dan Abdul Al Qindi).

1 Tuhan, 1 Bangsa, dan 1 Wanita…

Oleh Achmad Faris S.S

Iklan

Satu pemikiran pada “Bidadari bukan Sekedar Mojang

  1. Subhanallah… Allohu Akbar. .
    na’am Sepakat akhi. . . !!!
    saya sepemahaman mngenai hal ini… Ketika gangguan Cinta syahwat kembali melanda,, lari-lari lagi tersadar utk smakin memperbaiki diri

    owh ya kang ralat,, mngenai janji Allah bhwa wanita yg baik utk laki2 yg baik dan sebaliknya,, tersurat dlm Al-Quran Surat An-Nur (24;26)

    ah,,seru-seru awak tunggu lagi lanjutan postingannya!! hhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s