A Simple Toast of Happiness

Bear Brand Toast!

Bandung, 16 Agustus 2013

Entah kenapa tulisan ini keluar didalam benak saya semalaman tadi. Persisnya memang kemarin malam memang saya mengalami suatu kejadian penting dalam hidup saya yang membuat saya tidak bisa tidur semalaman.

Terkadang setiap anak manusia memang dilahirkan dengan suatu tujuan. Banyak diantara kita selalu memiliki mimpi- mimpi besar dalam pekerjaan, urusan kuliah atau juga romansa. Steven Covey, penulis buku ‘7 Habbit for Highly Effective People’ (Buku yang saya baca semasa SMA dulu) selalu menekankan bahwa manusia sukses itu selalu memilki target dalam hidupnya. Manusia sukses itu paham apa prioritasnya. Dan kalau bisa kita menulis besar-besar mimpi kita di dinding tembok kamar tidur kita. Ya..saya termasuk orang percaya dia sejak SMA.

Namun pernahkah kita merasa frustasi dengan mimpi kita sendiri? Perjalanan panjang untuk menggapai mimpi pastilah perkara ‘jatuh bangun’ . Bagi sebagian orang ada saja yang terlihat selalu sukses dengan mudahnya. Baru kemarin pergi haji, tapi tahun ini sudah pergi umrah lagi. Baru kemarin membeli Mercy, eh tiba-tiba sudah punya mobil Jeep Rubicon. Hmm.. Namun terkadang, bagi sebagian yang lain mungkin terlihat seperti sebuah perjalanan panjang.

Pernahkah kita merasa sudah mengeluarkan segala kemampuan yang kita punya, tetapi dunia serasa tidak pernah menghargainya? Sudah berpuluh-puluh kali melamar wanita, tapi cinta selalu bertepuk sebelah tangan. Sudah kerja bergadang semalaman, tetapi tetap saja belum bisa memuaskan klien. Atau yang lebih sadis lagi, sudah berusaha jadi orang jujur, tetapi justru dituduh korupsi karena tidak disukai.

Itulah romansa perjuangan hidup yang takkan pernah lepas dari anak manusia. Perjuangan hidup, ataupun perjuangan cinta adalah perkara berperang melawan diri sendiri. Mengendalikan diri agar bertahan dalam kesabaran. Melawan ketakutan dalam diri.

Seseorang selama ini mengajarkan saya untuk mulai berpikir sederhana alias tidak ‘muluk-muluk’. Hal ini akhirnya membuat saya mengerti perlahan untuk memahami suatu hal. Dibalik perjalanan panjang mencari kemenangan besar, marilah kita mulai untuk menghargai setiap kemenangan- kemenangan kecil dalam hidup. Jikalau ada kawan yang selama ini yang selalu ketakutan untuk mengatakan perasaan cinta kepada seseorang. Dan suatu ketika akhirnya berani untuk melakukan pendekatan. Namun karena takdir Tuhan itu unik, tetap saja belum ditakdirkan berjodoh.

Diluar itu semua pastilah Tuhan punya makna. Setidaknya sudah ada kemenangan kecil bahwa akhirnya kita pernah mengajak makan seorang perempuan atau laki-laki. Atau kita pernah meluapkan sesuatu yang sebaiknya diketahui oleh seseorang tak peduli apa responya. Mungkin inilah sesuatu hal yang selama ini mungkin belum pernah kita lakukan, dan kahirnya sanggup kita lakukan. Bagi saya, Itulah contoh kemenangan kecil.

Saya selalu berkeyakinan bahwa dibalik orang yang besar, pastilah dia pernah mengalami berbagai ujian Tuhan yang akhirnya membuat dia semakin besar. Adik saya berkata kepada saya semalam, bahwa setiap tawa dan duka yang Tuhan berikan kepada kita adalah wujud tarbiyah (pendidikan)-NYA agar kita semakin baik.

Mulailah percaya bahwa dengan doa yang istiqamah, Tuhan akan selalu bersama orang- orang yang berusaha. Ini bukanlah perkara suatu doa dikabulkan atau tidak. Tapi ini adalah perkara Tuhan memang menunggu saat yang tepat agar kita siap menerima apa yang kita inginkan.

Mulailah untuk selalu mengembalikan segala penilaian gagal dan berhasil kepada Tuhan. Hmm.. mungkin juga tak usah terlalu peduli dengan apa yang manusia nilai kepada kita. Mudah-mudahan dengan ini, setiap kegagalan justru akan membuat kita kembali belajar untuk menjadi besar, dan setiap kemenangan akan membuat kita bersyukur sehingga  tidak tmerasa terlalu besar. Toast! semoga ini bisa membuat kita selalu bahagia, kapanpun, dimanapun.

Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s