Bicara tentang Teman Hidup (Jodoh?)

Keep calm jodoh kamu nyariin kamu

Bandung, September 2013

Dear Jomblo-ers…

Lebih tepatnya kemarin sore saya berkumpul di Kafe Ngopi Dulu Dago bersama para kunang-kunang Bandung (begitu kita menyebutnya-Forum Indonesia Muda). Simpelnya kita tidak Cuma sekedar nongkrong menghabiskan uang, tetapi juga berbagi kearifan.

Sebenarnya sudah lama saya tidak melakukan hal ini. Berbagi ide dan kearifan, dan kegundahan hati pada orang banyak. Ternyata perenungan selama hampir dua tahun itu terlalu lama untuk direnungkan sendirian. Lebih enak dibagi ternyata.

Kalau kita disodorkan arti teman hidup, pastilah kita senyum-senyum manis menjawab itu pasti ‘Soal Jodoh’. Saya paham kok jadi jomblo itu berat. Apalagi saat para jomblo-ers datang ke resepsi  pernikahan sendirian dan melihat teman-teman sudah bergandengan tangan. Hmm.. ? Di sisi lain, memilih menjadi single itu memang boleh jadi prinsip, tapi juga sudah hakikat anak manusia untuk hidup berpasang-pasangan.

Entahlah bicara tentang teman hidup saya merasakan bahwa ini erat artinya dengan ‘tempat untuk berpulang’. Ini bukan sekedar bicara mencari istri (atau suami bagi perempuan). Hidup itu adalah suatu proses pergi untuk melakukan aktivitas, kerja di kantor, mengajar, atau mengerjakan skripsi. Ketika kita pergi berjuang pastilah energy kita terkuras, menjumpai kemunafikan dunia, atau suntuk seketika. PAda akhirnya, setelah pergi pastilah kita merasa perlu pulang, misalnya curhat ke teman, nangis di pundak mama, atau sekedar tidur di kamar.

Kita sebenarnya sudah dijodohkan Tuhan dengan sahabat, teman atau istri yang akan menjadi teman hidup kita. Teman hidup ini biasanya selalu datang tanpa ada rasa kepentingan yang menjemput, kadang mereka random datang begitu saja karena ingin bertemu. Teman hidup ini kebanyakan pastilah belum tentu memilki visi atau mimpi yang sama, tapi mereka paham kenapa kita ingin meraih mimpi itu. Teman hidup itu bisa jadi adalah Ayah atau Ibu kamu yang dengan setia membukakan pintu rumah di setiap jam 1 pagi.

So sebenarnya kita tidak perlu terlalu banyak terbuai lagu cinta yang 70% bicara bahwa perjuangan teman hidup adalah bicara pencarian cinta pacar/suami-istri. Terkadang kita lupa bahwa ada sahabat atau orang tua yang cintanya lebih besar untuk kita. Namun seringkali mereka kita lupakan karena kita terrfokus pada apa yang kita tidak milki saat ini.

In the end, bicara tentang soal mencari pasangan hidup (suami/Istri), saya percaya lagu Afgan bahwa, “jodoh itu pasti bertemu…”. Mungkin sosoknya begitu samar dihadapan kita. Bahkan kita juga tidak pernah tahu apakah orang yang sudah lama pacaran benar- benar pasangan jodoh sejati. Kitapun tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita, jika kita tidak pernah berusaha mengambilnya dari tangan Allah swt, atau mencarinya. Tapi yang pasti, tenang saja.. jodoh kita juga lagi nyariin kita kok.. So keep open mind and always open your heart.

Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

2 pemikiran pada “Bicara tentang Teman Hidup (Jodoh?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s