Tempat Terindah di Dunia

Berlin, April 2015

Faris and shuffah di taman balkot bandung

Memang belum seluruh dunia telah aku jelajahi. Namun setidaknya aku pernah menjelajahi pelosok negeri pertiwi, dan beberapa tempat di dunia.

Ternyata di dunia ini tidak ada tempat yang lebih indah selain disisi istri tercinta. Tidak ada hal yang lebih berat saat meninggalkannya berjuang sendirian di Bandung.

Adalah suatu kebenaran yang terbukti, bahwa menikahi istri shalehah itu bak kenikmatan di surga. Istri yang mendamaikan hati, ternyata lebih indah dari puncak gunung manapu yang pernah aku daki.

Adalah suatu keindahan tersendiri menikahi istri yang selalu bersabar. Ternyata ketenangan hati yang diberikan lebih mendamaikan dari daun yang bersemi di Eropa.

Saat ini kami memang sedang diuji oleh jarak dan waktu. Visa izin tinggal istriku tak kunjung selesai. Hal ini membuat kami harus berpisah kembali setelah aku menghabiskan liburan dan kerja proyek di Indonesia selama 5 minggu. Mudah-mudahan tidak sampai berpisah lebih dari 2 bulan.

Tetapi sungguh.. kata-kata yang menguatkan aku adalah pada saat ia menyampaikan, „Mas.. aku berdoa dan menitipikan Mas kepada Allah swt“. Untaian kata- kata itu benar- benar menguatkanku. Kita tidak bisa melindungi secara fisik dan langsung. Tetapi Insy4wl kami selalu yakin bahwa Allah akan saling melindungi kami selama kami selalu mendoakan.

Aku selalu yakin bahwa Allah swt adalah Dzat yang paling paham hambaNya. Dia tahu yang terbaik bagi Kami. Dia yang paling tahu apa yang kami butuhkan saat ini. Hampir setiap usai sholat aku selalu berdoa:

„Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang- orang yang bertaqwa (QS: Al Furqan 74).

Dari sanalah aku yakin bahwasanya istriku adalah sosok wanita yang dipersiapkan menjadi bidadari surgaku kelak. Dan semoga aku dipersiapkan pula menjadi temanya di surga nanti. Insy4wl.

Aku meyakini bahwa perpisahan sementara ini adalah bagian dari madrasah hati yang didesain oleh Allah swt untuk mengasah cinta kami berdua, sekaligus keimanan kami.

Cinta sejati tidak akan terpisahkan karena jarak dan waktu, karena ia telah bersemayam dalam hati. Kemanapun hati ini pergi, didalamya terkandung cintaku pada istriku karena Allah.

Cinta sejati tidak akan pudar karena berkurangnya intensitas interaksi, karena kita paham Allah swt telah mengatur kadar cinta dan nafsu yang tepat agar selalu ada rasa keimanan dibalik setiap cinta kami.

Allahualambishawab..

Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s