Khidmatnya Sholat di Grande Mousqueẽ de Paris (Pembelajaran dari Paris part1)

Paris, April 2015

Grand Mosque of Paris

Saat itu saya tiba di Paris siang hari menuju sore. Hati ini agak was- was rasanya karena belum menunaikan sholat dzuhur dan ashar. Setelah sempat agak sedikit tersasar dan kebingunan, Alhamdulillah rute Metro 7 (M7) membawa saya tiba di stasiun Censier-Daubenton. Sebuah statsiun terdekat berada di pusat kawasan wisata kalsik Paris dan dekat dengan Masjid Raya Paris.

Masjid ini diresmikan pada tahun 1926, sebagai hadiah kepada tentara Islam yang berasal dari koloni Prancis yang berhasil mengalahkan Jerman pada Perang Dunia kesatu. Arsitektur masjid ini sangat khas ala Islam Sahara atau mujedar style. Dipojok masjid, terlihat juga minaret tinggi yang menjulang sekitar 30an meter. Walau memilki menara, kebijakan sekularisme Prancis hanya memperbolehkan adzan dikumandangkan didalam speaker ruang sholat saja.

Ketika saya memasuki masjid, terlihat suatu taman yang indah. Taman tersebut cukup ramai dikunjungi oleh para turis yang penasaran dengan isi masjid. Agak lucu saya saat mereka mengintip keruangan sholat, dan berkeliling di koridor museum masjid. Disudut lain, terlihat pula ibu- ibu bergamis hitam yang menjadi guide para turis. Ia menjelaskan mengenai sejarah masjid, arsitektur, dan sedikit menyisipkan filosofi Islam.

Walau mendapatkan penjagaan ketat dari polisi Prancis, semangat keterbukaan takmir masjid ini perlu dihargai. Tidak salah rupanya jika Prancis menjadi Negara Eropa penganut Islam terbesar di Eropa. Ditengah isu segregasi keagamaan di Prancis, kesan saya, Islam tetap berkesan terbuka dan selalu mencoba hangat ditengah masyarakat Paris. Disalahsatu sudut pojok masjid, terlihat juga sebuah ruang bertuliskan ‘religious service’ yang diperuntukkan bagi umat muslim, dan juga non-muslim yang hendak bertanya tentang Islam.

The prayer room in Paris mosque

Sesaat setelah menunaikan wudhu, adzan sholat ashar berkumandang pada pukul 5 sore. Walau baru kemarin pulang ke Indonesia dan sering mendengar adzan. Namun adzan di daratan Eropa tetaplah memilki kesan yang berbeda.

Pernah suatu esok hari saya kembali lagi ke mesjid ini. Kali ini adalah waktu sholat maghrib pada pukul 8.20 malam. Jika kemarin saat ashar masjid banyak didominasi oleh orangtua, dan beberapa turis, kali ini justru anak muda. Pakaian mereka beragam, ada yang pegawai restoran pizza, mufti, hingga eksekutif muda. Ras dan perawakkan mereka pun beragam, dari mulai muslim keturunan, hingga pria berwajah Prancis tulen. MashaAllah.

Didepan masjid, juga tersedia sebuah toko buku yang menjual buku- buku Islam. Disana terlihatAl quran terjemahan, buku hadist arbain, sejarah Islam, dan buku- buku lainnya. Semua tersedia dalam bahasa Prancis, sehingga agak tidak pas kalau saya membelinya. Maklum saya hanya bisa bicara Je parle un peu Francais (Saya bicara sedikit bahasa Prancis).

Tak lupa, jika kita merasa lapar, di sekitar masjid ini terdapat 2 restoran halal. Namun saya memilih untuk selalu makan di La Cantine, karena menu rasanya yang enak dan harganya yang murah. Hanya dengan 5,5 EUR saya mendapatkan sandwich yang ukurannya besar, dan kentang goreng yang banyak. Karena akan berhemat makan pagi dan malam, porsi makan sebanyak itu sangat pas untuk saya.

Semangat keterbukaan masjid ini adalah pelajaran penting yang saya ambil. Terkadang umat muslim sering lupa bahwa bisa jadi hidayah Allah akan datang melalui dia. Kita sesungguhnya dilahirkan ke dunia untuk menyembah Allah dan menjadi da’i- da’i penebar keindahan Islam. Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita sedikit terbuka dan mau selalu memberi arti keindahan Islam. Karena bisa jadi kemenangan besar pintu hidayah seseorang, dimulai dari hal- hal sederhana.

Turis di Hall tengah masjid

Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s