Masjid Bajrakli, Saksi Pergantian Peradaban Islam yang Tersisa di Serbia

Belgrade, April 2015 (Tulisan ini dirampungkan sebagian di Berlin)

20150424_175206

Kali ini saya Alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mengamalkan ilmu manajemen perkotaan di Belgrade. Sekelas kami melakukan joint-research antara TU Berlin dan Universitas Belgrade selama 2 minggu. Jujur saja, nama kota ini selalu tergiang- ngiang sewaktu saya kecil dulu. Yugoslavia, mungkin sebagian diantara kita masih mengingat nama suatu bangsa yang telah punah ini. Konflik berdarah berkepanjangan, ditambah krisis ekonomi membuat bangsa ini terpecah pelah dan hilang dari peta dunia.

Sejak zaman Romawi Timur, Turki Ottoman, Kerajaan austria hingga era Yugoslavia, Belgrade telah menjadi saksi sejarah pergantian peradaban. Dahulu pada masa Ottoman, kota ini berhiaskan 700 mesjid, dan pemandian publik selama 4 abad. Salahsatu tokoh besar Turki Ottoman Mehmed Pasha Sokolevic lahir dan besar dari kota ini.

Masa pendudukan Turki dimulai sejak tahun 1456 Masehi dimulai tidak lama sejak Konstatinopel berhasil dikuasai oleh kekhalifahan Islam saat itu. Selama menguasai Belgrade, Turki telah 3 kali kehilangan sekaligus merebut kembali kota ini dari tangan kerajaan Austrian- Hungarian. Namun, saat Austria mengambil alih kekuasaan di Belgrade pada tahun 1688- 1690, kegiatan new urban plan dicanangkan. Visi untuk meng-Eropakan Belgrade dilakukan dengan menghancurkan minaret- minaret mesjid, dan bangunan berkubah yang tipikal dengan arsitektur Turki kala itu. Akibatnya, hampir semua masjid besar hancur, dan hanya ada satu yang tersisa.

Mesjid yang tersisa itu tidak lain adalah Masjid Bajrakli. Pada saat itu Masjid itu difungsikan menjadi gereja katolik Roma, dan berubah kembali menjadi masjid pada pendudukan kembali Turki Ottoman. Saat Turki benar- benar pergi dari Ottoman, yakni pada tahun 1867, masjid ini kembali berusaha bertahan di tengah pergolakan perang dan politik.  Dari mulai menjadi gudang senjata, hingga menjadi barak bagi tentara pernah dialami oleh masjid ini.

Belgrade juga pernah menjadi saksi sejarah penggempuran tentara Amerika ke kota ini di tahun 1999. Pada kala itu, Amerika Serikat berupaya menekan Yugoslavia (Negara kesatuan sebelum terpecah belah) yang melakukan intimidasi kejahatan kepada rakyat Kosovo. Berbagai gedung strategis militer dan pemerintahan di bombardir oleh tentara NATO. Sebagai salahsatu bentuk perlawanan, Masjid ini dibakar oleh masyarakat Serbia sebagai bentuk protes dan kekesalan warga terhadap sikap disintegrasi Kosovo yang notabene berhaluan Islam.

Kini Masjid Bajrakli yang terletak dekat dengan pusat perkotaan menjadi satu- satunya masjid yang berdiri di Belgrade. Tidak sulit rupanya mengarahkan supir taksi menuju masjid ini yang mengantarkan saya waktu itu. Hampir semua warga Belgrade tahu mengenai mesjid ini, namun tidak semua tahu isi dalamnya.

Sebagai suatu masjid raya, apalagi satu- satunya, ukuran masjid ini bisa dikatakan sangat kecil. Ketika jumatan waktu itu, rasanya jemaah benar- benar sholat dalam keadaan rapat yang serapat- rapatnya. Sesaat setelah selesai sholat, saya pun tersadar bahwa kondisi sholat jumat kala itu benar- benar ramai. Jamaah tidak hanya berhamburan keluar dari bangunan utama masjid, tapi juga dari bangunan Islamic centre yang ada disebelahnya.

20150424_185201

Masjid ini mengamalkan Islam Sunni, dan banyak dipengaruhi oleh pengaruh kultur Turki dan Bosnia. Khutbah jumat yang saya jalani pun dilakukan dalam 3 bahasa, yakni Inggris, Serbian, dan Arab. Jamaah masjid ini umumnya adalah warga keturunan dan para ekspatriat asing yang ada di Belgrade. Warga muslim Serbia sendiri sudah banyak yang memilih mengungsi dan menetap di Albania, Bosnia, atau Kosovo. Walau populasi umat muslim di Serbia sendiri saat ini hanya tinggal 3,1% masjid ini masih difungsikan dan dipreservasi sebagai simbol heterogenitas Serbia. Entah sampai kapan masjid ini dapat bertahan, semoga Allah selalu melindungi dan memberi karunia jemaahnya. Aamiin.

20150424_185352

Achmad Faris Saffan Sunarya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s